SEJARAH KAMI

KEPERCAYAAN KAMI

Silahkan Pilih Lokasi:

  ARCADIA, CA

  PHILADELPHIA, PA

SEJARAH SINGKAT PEMBENTUKAN AGAPE EVANGELICAL CHURCH 

Pada mulanya.......di bulan Oktober 2004, ketika saya dan Ibu Shinta ke East Coast  untuk mengikuti Mayday for Marriage Rally yang disponsori oleh Focus on the Family  di Washington DC. Dalam perjalanan tersebut  kami sempatkan singgah di Philadelphia, Pennsylvania. Karena mendengar bahwa di sana ada banyak orang Indonesia. Selama dua hari di Philadelphia kami bertemu dengan beberapa saudara/i. seiman yang tidak ke Gereja karena tidak menemukan Gereja yang sedenominasi dengan Gereja mereka di Indonesia. Keadaan mereka menyentuh hati kami karena mereka seperti domba-domba yang tidak bergembala. Kami mulai menggumuli dan Tuhan menaruh dalam hati serta pikiran kami beban bagaimana agar dapat melayani mereka. Setelah kembali ke Los Angeles, kami masih sering berkomukasi melalui telpon dengan mereka. Setiap kali kalau kami menanyakan apakah mereka ke Gereja pada hari Minggu, jawabannya selalu tidak! Hal tersebut makin menambah beban dalam hati kami serta terdorong untuk menolong mereka, namun kami tidak tahu harus berbuat apa.  

Pada awal bulan April 2005, Tuhan memberikan inspirasi bahwa kalau  mau melayani mereka harus ada Gereja yang bersedia mengutus hamba Tuhan ke Philadelphia, tetapi Gereja yang mana?  Tuhan kemudian menggerakkan hati saya untuk membentuk sebuah Gereja baru dengan mendaftarkan ke California State agar dapat memulai pelayanan di Philadelphia. Maka lahirlah Agape Evangelical Church (AEC)! Nama Agape Evangelical Church dipilih adalah sekaligus merupakan visi dan misi Gereja untuk melayani masyarakat sekitar; di dalam dan luar Gereja dengan kasih Kristus, yaitu kasih yang tak bersyarat, tak mementingkan diri sendiri dan tak berubah. Kemudian menjangkau dunia dengan Injil Kristus sehingga setiap orang mengalami kasih karunia Allah dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini. 

Menjelang akhir bulan April 2005, kembali kami berkunjung ke Philadelphia untuk menjadi saksi dalam sebuah sidang asylum. Sekalipun kemudian sidang tersebut tertunda namun Tuhan mempunyai rencana lain. Ketika di Philadelphia keluarga yang selama ini berhubungan dengan kami baru saja pindah rumah. Mereka memberitahu bahwa ada sebuah rumah yang terletak beberapa petak dari rumah mereka mau dijual oleh pemiliknya. Kami lalu melihat rumah tersebut sambil berdoa:“Jika Tuhan berkenan kami memulai Gereja di Philadelphia biarlah rumah tersebut dapat dibeli untuk dijadikan Rumah Ibadah.” Berkat kemurahan Tuhan rumah tersebut akhirnya terbeli, dan settlement dapat dilakukan  pada awal bulan Agustus ketika saya menghadiri sidang asylum yang tertunda pada bulan April lalu.  Rumah yang dibeli tersebut telah berusia sekitar 85 tahun dan membutuhkan renovasi yang tidak sedikit. Ketika masih di Philadelphia pada bulan Agustus tersebut kami memulai persekutuan di rumah keluarga Suyanto pada tgl. 6 Agustus. Persekutuan selanjutnya  diadakan setiap hari Sabtu dua minggu sekali dengan dipimpin oleh Ev. Chieng-Lie Fritz, alumni SAAT (Seminari Alkitab Asia Tengggara) yang tinggal di Philadelphia 

Setelah dari Philadelphia, pada bulan Agustus itu juga saya berkunjung ke Indonesia dan sempat men-share-kan   kebutuhan hamba Tuhan di Philadelphia dalam persekutuan Alumni SAAT di Jakarta dan Surabaya. Sebenarnya  ada beberapa hamba Tuhan yang berminat. Namun Tuhan mengutus  Ev. Eddy Soejanto Lie, yang dengan iman mau menjajagi pelayanan di Philadelphia. Setelah melalui proses, doa dan pergumulan akhirnya beliau  memutuskan untuk berangkat dan tiba di Philadelphia pada. tgl.27 Oktober 2005 dengan membayar tiket pesawat dari dana pribadi.

Berkat pertolongan dan kemurahan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Tahu akan kebutuhan masyarakat Indonesia di Philadelphia itu maka renovasi rumah yang akan dijadikan rumah ibadah tersebut dirampungkan menjelang akhir bulan Oktober dengan bantuan dana dari sejumlah saudara/i. seiman di Indonesia, Shanghai dan Los Angeles. Kemudian  pada tgl.30 Oktober 2005 diresmikanlah AEC Philadelphia  dengan mengadakan kebaktian perdana yang dihadiri oleh lebih tigapuluhan orang pengunjung.

Pelayanan AEC Philadelphia selanjutnya dipimpin oleh Ev. Eddy Soejanto Lie sebagai Gembala Sidang dan Ev. Chieng Lie Frits selaku Associate Gembala. Kebaktian dewasa  dalam bahasa Indonesia diadakan setiap hari Minggu dimulai  pk. 10:30 - 12:00 siang.  AEC Philadelphia juga menyediakan pelayanan Sekolah Minggu yang diadakan pada waktu yang sama dengan kebaktian dewasa yaitu pk. 10:30 – 12:00 siang. 

Kami hanya dapat menaikkan puji syukur ke hadirat Allah yang empunya takhta dalam kerajaan Sorga. Bagi Dialah Tuhan kita Yesus Kristus, Sang Juruselamat umat manusia segala kemuliaan dikembalikan. Karena hanya Dialah yang layak menerima sembah sujud dan hormat. Menurut ukuran manusia siapakah yang sanggup melakukan semuanya itu, tidak ada seorangpun! Jikalau Dia telah memulai pelayanan di Philadelphia ini maka kami percaya bahwa Dialah juga yang akan memelihara pekerjaanNya itu. Dukungan doa sangat kami harapkan bagi gereja yang masih sangat muda ini. Kiranya Tuhan memakai AEC Philadelphia menjadi tempat  di mana banyak jiwa boleh diselamatkan dan orang-orang percaya yang lemah imannya akan dikuatkan sehingga dapat dipakai Tuhan untuk menjadi saksi-Nya. 

Lain lagi kisah dimulainya AEC Arcadia di California. Sekalipun motifasinya tidak banyak berbeda dengan AEC Philadelphia yaitu karena adanya jiwa-jiwa yang cerai berai bagaikan domba Allah tiada bergembala. Kebutuhan tersebut juga menjadi beban panggilan dalam hati kami. Apakah Tuhan menghendaki kami memulai juga Gereja baru di daerah Los Angeles?  

Dalam mencari pimpinan dan konfirmasi Tuhan kami memanjatkan dua permohonan doa kepada Tuhan yang empunya Gereja. Pertama, jikalau Tuhan berkenan kami membuka AEC di daerah Los Angeles, kami mohon Tuhan menyediakan tempat di mana dapat diadakan kebaktian pagi dan anak-anak Sekolah Minggu dapat ke Sunday School Bahasa Inggris. Ketika itu kami tidak tahu adanya Gereja yang punya dan mau menyediakan ruangan di pagi hari sekaligus mau menerima anak-anak Sunday School kami. Suatu permintaan yang sungguh-sungguh mustahil!  

Permohonan kedua adalah disediakannya seorang song leader yang mempunyai beban yang sama terhadap jiwa-jiwa tersebut. Karena kami yakin bahwa ibadah yang dinamis serta yang dapat membangkitkan gairah rohani haruslah didukung dengan puji-pujian penyembahan yang hidup. Mengingat kami berdua suami-istri sudah tidak muda lagi dan juga tidak punya karunia sebagai song leader. Terus terang kami tidak sanggup menyajikan musik yang sesuai dengan kebutuhan jemaat. Permohonan kedua inipun sangat sulit karena memerlukan komitmen pelayanan yang tinggi. 

Untuk menemukan pimpinan Tuhan maka disamping doa kamipun mengadakan penjajagan. Pertama-tama membagikan visi dan ajakan kepada seorang hamba Tuhan, yaitu Sdri. Julia Sianturi yang punya karunia sebagai song leader. Kedua mencari tahu jika ada Gereja yang dapat meminjamkan ruangannya untuk tempat ibadah pagi di mana anak-anak dapat ke Sunday School mereka.  

Puji Tuhan berkat pimpinan Tuhan dan adanya informasi terdahulu, pada pertengahan  bulan September 2005 Tuhan menghantar langkah hamba-Nya ini memasuki  halaman Arcadia Presbyterian Church (APC) dengan membawa sepucuk surat permohonan izin pemakaian salah satu ruangan untuk dipakai bagi Persekutuan Doa Wanita tiap Kamis pagi dan Persekutuan Doa tiap Jumat malam. Kami belum mempunyai rencana memulai Kebaktian Umum Minggu dalam waktu yang singkat karena tidak mungkin mendapatkan tempat untuk digunakan dipagi hari. Tatkala bertemu dengan Senior Pastor APC; Rev. Jim Conner, kami membagikan visi dan misi yang Tuhan bebankan dalam hati ini. Didalam pembicaraan yang singkat, beliau dapat memahami visi dan misi yang dibagikan padanya. Dengan penuh antusias dan tanpa bertele-tele beliau menyambut baik permohonan pemakaian ruangan tersebut dan akan membicarakan secara resmi dengan pimpinan APC. Dalam waktu singkat jawaban dan kepastian diberikan. Kami diminta untuk menemui pejabat yang mengatur fasilitas untuk membahas secara rinci jadwal pemakaian ruangan. Dalam pembicaraan dengan pejabat tersebut; yaitu Mr. Glenn Moore, kemudian diketahui bahwa ada satu ruangan yang dapat menampung 100 orang di tingkat kedua Fellowship Hall yang selama ini tak terpakai. Sekalipun tanpa direncanakan sebelumnya namun setelah mengetahui adanya ruangan tersebut maka langsung saja saya meminta kalau ruangan tersebut dapat dipakai juga pada hari Minggu untuk kebaktian pagi. Setelah meneliti bahwa benar ruangan tersebut tiada yang memakai di hari Minggu pagi maka dengan spontan serta penuh kemurahan hati ruangan itupun setuju dipinjamkan oleh APC. Mereka sungguh sangat generous, itulah suatu cermin keluarga Allah yang sangat kami rindukan dan yang juga dirindukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus bahkan oleh masyarakat sekeliling. Boleh dikata pintu APC terbuka lebar-lebar menyambut kami dengan tangan terbuka. Dalam pembicaraan selanjutnya mereka memberi izin kepada kami komunitas Indonesia untuk memakai ruangan Fellowship Hall #24 untuk Kebaktian Minggu pagi, Persekutuan Doa setiap Jumat malam serta  untuk  latihan Worship Team  dari pk. 05:00 sore hingga 10:00 malam setiap hari Sabtu.  

Dari sanalah kami yakin dengan sepenuh hati bahwa orang yang berharap pada pertolongan Tuhan itu tidak pernah dikecewakan. Benar-benar Tuhan itu Mahabaik dan Mahabijak, Dia tahu apa yang  tidak pernah terpikir dalam ingatan kami yang terbatas ini. Sebelum kami memintanya Dia sudah sediakan tempat yang tepat sekali bagi JemaatNya. Sungguhlah Tuhan itu luar biasa, Dia memberikan kepada hamba-hambaNya yang berharap pada-Nya lebih daripada yang dimohonkan. Syukur kepada Allah  yang Maha Pemurah telah bekerja ditengah-tengah APC. Ini adalah konfirmasi pertama dari Tuhan untuk kami memulai AEC di Arcadia.

Konfirmasi kedua adalah  bersedianya Sdri. Julia Sianturi bersama suaminya Sdr. Ade Sianturi serta segenap anggota Soli Deo Worship Team bergabung dan menjabat sebagai Koordinator Team Penyembahan. Kemudian konfirmasi ketiga adalah bergabungnya puluhan saudara/i. seiman yang bagaikan para domba tak bergembala itu menjadi rekan-kerja dalam Gereja baru ini. Mereka adalah orang-orang sederhana namun berhati tulus dan berani menyatakan kebenaran. Sungguh suatu berkat khusus bagi kami dan AEC Arcadia.  

Dengan adanya ketiga konfirmasi tersebut beranilah kami dengan mantap memulai AEC Acadia. Kebaktian Perdana diadakan pada tgl. 6 Nopember satu minggu setelah peresmian AEC Philadelphia dengan dihadiri oleh sekitar 170 orang termasuk anak-anak, jauh melebihi jumlah pengunjung yang diharapkan. Kembali konfirmasi Tuhan dinyatakan bahwa Dia merestui, menyertai dan memberkati  AEC Arcadia yang sungguh meneguhkan hati dan membawa sukacita bagi seluruh jemaat. Doakanlah semoga Tuhan selalu melindungi hati setiap Anggota Jemaat dan Team Pelayanan untuk mengalami kasih Kristus yang ajaib, lebih rendah hati, setia, antusias, dinamis, kreatif dan terutama bersatu hati serta saling mendukung melaksanakan visi dan misi yang dipercayakan Tuhan Yesus Kristus! Amin.